Langsung ke konten utama

Sanjak Untuk Istri Ifan Seventeen


UNTUK DIA RINDU
Oleh. Sandri Rumanama

Ifan (Vokalis Seventeen) & Istrinya (Almarhum)

Senja mulai nampak dengan harapan disana ada tujuan dalam angan
kita berkemas gegas penuh semangat
menghibur meraka diatas pentas
saat sang matahari mulai redup dan di terangi cayaha lampu bagaikan lentera, dengan senyum dia menyapa.

"Begitu syahdu malam itu
sayup dalam syair begitu ucap pun kaku. jiwa raga yang begitu lesu
entah mengapa nyanyian pun terdengar layu, padahal semangat itu tanpa ragu, disaat itu dia berada di sampingku."

Dalam sekejap kelopak tampak tak jelas, terhanyut hantamam sang gelombang tanpa angin, dimana aku terbawa oleh arus jauh dari angan, lantunan doa dalam sanubariku, jaga dia tuhan agar mendampingiku, walapun rindu terbesit dalam derasnya biskin naluri saat itu aku bertanya kamu kemana hingga aku rindu.

"Saat sadar kembali dalam fikiran
mata yang terbuka atas kejadian
penglihatan buram walapun ini di tengah keadaand, di mana dia berada hingga tak menyapa apalagi mengajak ku kembali ke rumah."

Oh Tuhan kami telah berpisah dia telah tiada, oh Tuhan ku harap jangan berakhir dulu, tapi daya apa atas kuasamu Tuhan ?
kami telah berpisah namun rindu tak pernah pupus untuk menggebu, dia istri ku aku memanggilmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Patah Hati

Ketulusan Itu Kebodohan Oleh. Sandri Rumanama Untukmu Yang Berada Disamping "Tak kusangka takdir ilahi yang ku anggap anugerah telah menghanyutkan dalam kehancuran tak tahan rasa ditinggal oleh sang pujangga dalam fatwanya kesetian namun pupus dalam kata Ketulusan  Itu Kebodohan". "Ku kira kau tak berpaling apalagi mengkhianati, telah kutanam bibit percaya agar kau yakin untuk melangkah, tak disangkah semuanya rusak hanya karena anggapan benar Ketulusan itu Kebodohan". "Perih rasanya pilu dalam daging yang mendidih, darah yang mengalir ibarat dipanaskan disamping sang matahari suara teriakan untuk tetap bertahan kau tutup kuping hingga aku merasa berada jauh dalam hening Tak Salah Ketulusan Itu Kebodohan". "Lantera Asamara yang telah kau nyalakan kau padam sekejap tanpa alasan mhngkinkah hanya soal rupa ataukah harta semua sungguh di luar dugaan, Sudahlah Ketulusan Itu Kebodohan". "Oh singsana hati yang kini gundah, kau sirami

Presiden Lagi Apa ?

Ini Presiden Lagi Ngapain ?. Oleh. Sandri Rumanama Ambon di terkenak bencana, gempa tiada henti, pengungsi di suruh balik, nyawa mereka jadi taruhan negara mana nuraninya. ? Papua kini berdarah, banyak yang luka, Isak, tangis dan air mata, Wamena yang begitu membara, presiden cukuplah jangan bersandiwara. Kebakaran hutan dan asap menyelimuti sejumlah daerah, ini negara sedang bermasalah, sejumlah aksi mahasiswa bergejolak sini sana, kondisi sosial masyarakat yang mulai memanas, perang identitas dan unsur sara nyaris tak terhindari presiden kok sibuk siapin pelantikan. Ini negara serba salah, tahun ini gahun berdarah sejak mei lali ratusan nyawa hilang tanpa ada sebab, benca dan konflik datang silih berganti, entah siapa yang harus bertanbgungjawab, presiden lagi ngapain.?